Jumat, 15 Januari 2016

Permintaan dan Penawaran



   A.      Pengertian Permintaan dan Penawaran
·         Permintaan
Permintaan merupakan jumlah barang/jasa yang akan dibeli/diminta oleh konsumen pada berbagai tingkatan harga pada waktu dan pasar tertentu. Dalam konsep permintaan terkandung pengertian keinginan dan kemampuan, artinya untuk mendapatkan suatu barang, konsumen harus memiliki cukup uang untuk membeli barang tersebut.

Pengertian permintaan dalam bahasa sehari-hari sedikit berbeda dengan pengertian permintaan dalam ekonomi. Pengertian sehari-hari permintaan sering diartikan sebagai jumlah barang yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen . Dalam pengertian ekonomi permintaan diartikan lebih jauh lagi yaitu tidak sekedar keinginan (want) dari konsumen, melainkan permintaan terhadap sejumlah barang yang didukung oleh daya beli dan bahkan konsumen telah melakukan pembelian terhadap barang tersebut.

·         Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual/produsen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu. Waktu tertentu merupakan periode tertentu seperti sebulan, seminggu, atau setahun. Penawaran dibedakan menjadi dua, yaitu penawaran individu dan pasar. Penawaran merupakan jumlah barang yang ditawarkan oleh seorang penjual di pasar pada berbagi tingkat harga dan waktu tertentu, sedangkan penawaran pasar adalah jumlah barang yang ditawarkan oleh seluruh produsen/penjual yang ada di pasar pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu. Intinya, penawaran pasar merupakan penjumlahan dari penawaran seluruh individu yang ada di pasar.

   B.      Hukum Permintaan dan Penawaran
·         Permintaan
Hukum permintaan berbunyi, “Jika harga naik maka jumlah barang yang diminta turun”. Artinya, semakin tinggi harga suatu barang maka semakin rendah jumlah barang yang diminta. Hukum permintaan menggambarkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta. Hubungan ini secara matematis dapat digambarkan dalam bentuk tabel, kurva, maupun fungsi.


Gambar kurva permintaan

Fungsi permintaan secara matematis berbentuk:
Qd = -aP + b atau Pd =  Q +
Keterangan:
Qd                        = Quantity of Demand/Jumlah barang yang diminta
Pd             = Price of Demand/Harga barang yang diminta
a               = Koefisien
b               = Konstanta
Untuk berdasarkan tabel maupun karva:
Hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik sehingga variabelnya negatif.

·         Penawaran
Dalam membahas hukum penawaran fokusnya asumsi pada keadaan cateris paribus, yaitu factor selain harga tetap. Hukum penawaran  menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran berbunyi, “Jika harga naik maka barang yang tersedia ditawarkan juga naik. Artinya, semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah barang yang ditawarkan semakin meningkat, dan semakin rendah harga suatu barang maka jumlah barang yang ditawarkan semakin berkurang dengan syarat cateris paribus.


Gambar Fungsi Penawaran

Fungsi permintaan secara matematis berbentuk:
Qs = aP - b atau Ps =  Q +
Keterangan:
Qs                        = Quantity of Supply/Jumlah barang yang ditawarkan
Ps             = Price of Supply/Harga barang yang ditawarkan
a               = Koefisien
b               = Konstanta

Untuk berdasarkan tabel maupun karva:
Hubungan antar harga dengan jumlah barang berbanding lurus sehingga variabelnya positif.

   C.      Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
·         Permintaan
1.      Tingkat harga
Tingkat harga merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah barang yang diminta. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang diminta oleh konsumen. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin tinggi jumlah barang yang diminta oleh konsumen.
2.      Pendapatan Konsumen
Semakin tinggi pendapatan konsumen maka daya beli konsumen tersebut semakin kuat, akibatnya konsumen akan mampu membeli barang dalam jumlah yang lebih besar. Sebaliknya, apabila pendapatan konsumen turun maka daya belinya akan menurun sehingga jumlah barang yang akan dibelinya juga akan menurun.
3.      Harga Barang Pengganti
Turunnya harga barang pengganti akan membuat jumlah barang yang diminta berkurang. Berkurangnya jumlah barang yang diminta karena konsumen lebih memilih membeli barang pengganti yang harganya menjadi relatif lebih murah. Sebaliknya, apabila barang pengganti naik, jumlah barang yang diminta akan bertambah karena  harga barang tersebut menjadi relatif lebih murah dibanding harga barang penggantinya.
4.      Perkiraan Harga di Masa yang Akan Datang
Apabila konsumen menduga bahwa harga suatu barang akan naik di masa yang akan datang, maka konsumen akan cenderung menambah jumlah yang dibeli pada saat ini, sebelum harga benar-benar naik. Sebaliknya, bila konsumen menduga bahwa harga akan turun dimasa yang akan datang, maka konsumen akan cenderung mengurangi jumlah yang diminta sambil menunggu harga benar-benar turun.
5.      Jumlah Konsumen
Semakin banyak konsumen, maka akan semakin besar jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, semakin sedikit konsumen, maka akan semakin sedikit pula jumlah barang yang diminta.
6.      Intensitas Kebutuhan Konsumen
Apabila kebutuhan akan suatu barang dirasa sangat mendesak, jumlah barang yang diminta cenderung semakin bertambah. Sebaliknya, apabila suatu barang tidak terlalu dibutuhkan, jumlah barang dan jasa yang diminta cenderung sedikit.

·         Penawaran
1.      Harga Faktor Produksi atau Biaya Produksi
Para produsen menawarkan dan menjual produk dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal. Keuntungan adalah selisih antara harga jual produk dengan biaya produksi. Semakin besar keuntungan maka semakin banyak barang yang diproduksi dan ditawarkan.
2.      Teknologi
Jika teknologi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang lebih efisien maka biaya produksi akan semakin rendah dan selanjutnya menaikkan penawaran. Sebaliknya, penggunaan teknologi yang kurang efisien menyebabkan penurunan penawaran.
3.      Perubahan Harga Barang Lain
4.      Ekspektasi Harga di Masa Datang
Bila ekspektasi harga dimasa depan naik maka produsen mengurangi penawaran sekarang dan menaikkan penawaran dimasa depan, tetapi jika terjadi ekspektasi kenaikan harga menyebabkan produsen menaikkan produksi yang berarti penawarannya naik.
5.      Pajak dan Subsidi
Dua hal ini mempengaruhi biaya produksi seperti juga halnya teknik produksi dan harga input. Pengenaan pajak menyebabkan kenaikan biaya produksi dan sebaliknya pemberian subsidi menurunkan biaya produksi. Jadi, pengenaan pajak akan menurunkan penawaran dan pemberian subsidi akan menaikkan penawaran.
6.      Peristiwa Alam
Peristiwa alam seperti banjir, tanah longsor, gempa, dan lain-lainnya terkadang akan merusak sumber-sumber produksi suatu barang sehingga menyebabkan penurunan penawaran barang tersebut.

   D.     Penentuan Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan disebut juga harga pasar. Harga pasar adalah harga yang sungguh-sungguh terjadi yang terbentuk atas adanya interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar. Permintaan dan penawaran akan tarik menarik sehingga membentuk keseimbangan pasar yang berarti jumlah permintaan sama dengan penawaran.

Harga pasar atau harga keseimbangan dapat ditentukan berdasarkan skedul permintaan dan penawaran, berdasarkan kurva, maupun berdasarkan fungsi matematis.
Secara  matematis, keseimbangan pasar ditunjukkan dengan persamaan Qd = Qs atau Pd = Ps.
Qd dan Pd menunjukkan fungsi permintaan, sedangkan Qs dan Ps menunjukkan fungsi penawaran. Keduanya dapat dicari dengan rumus:


Gambar Kurva Harga Keseimbangan

   E.      Pendekatan Perilaku Konsumen
·         Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal adalah daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal. Pada pendekatan Kardinal terdapat beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk menunjukan bahwa tingka konsumennya,yaitu :
1.      Konsumen Rasional, konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2.      Diminshing marginal utility, tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut
3.      Pendapatan konsumen tetap
4.      Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap
Dan juga asumsi dasar dari Pendekatan Konsumen Kardinal adalah :
1.       Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
2.       Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
3.       Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan
4.       Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

·         Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang
tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan
tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1.     Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.     Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.     Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya. Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu kepuasan.


   F.       Konsep Elastisitas
·         Harga
1.      Elastisitas harga permintaan (Ed)
Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

Macam-macam Elastisitas Permintaan :
-          E > 1 : Elastis
Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. E > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar. Contoh: barang mewah.
-          E <> In Elastis
Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. E <> artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh: permintaan terhadap beras.
-          E = 1 : Unitary
Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. E = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Contoh: barang-barang elektronik.
-          E = 0 : In Elastis Sempurna
Permintaan in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. E = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada waktu sakit.
-          E = ~ : Elastis Sempurna
Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. E = ~ , artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan. Contoh: bumbu dapur.
Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :

Ed= ((Q2 – Q1)/ Q1) / ((P2 – P1)/P1)
Ed=(ΔQ/Q) / ( ΔP/P)
2.      Elastisitas Harga Penawaran (Ws)
Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angkaangka yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (Elasticity Supply).

Macam-macam Elastisitas Penawaran :
Seperti dalam permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu
-          In Elastis Sempurna (E = 0)
Penawaran in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.
-          In Elastis (E < e =" 1)"> 1)
Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.
-          Elastis Sempurna (E = ~)
Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X pada umumnya.
Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :
Es = ((Q2 – Q1) / ½ (Q2+Q1)) / ((P2 – P1) / ½ (P2 + P1))
Es = (∆Q / ½ (Q1+Q2)) / (∆P / ½ (P1+P2))

4.     Silang
Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

5.     Pendapatan
Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan.

Sumber:
Mulyani,Endang.2014.Ekonomi 1 Untuk Kelas X SMA dan MA.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2015

Internet of Things (IoT)


Internet, mendengar namanya saja kita sudah tahu dari kata tersebut. Bahkan sekarang ini muncul sebuah pemikiran bahwa kita tidak bisa hidup tanpa internet. Sekarang, itu bukan hanya sebuah pemikiran tetapi sudah menjadi kenyataan. Internet bisa disandingkan dengan kebutuhan primer selain sandang, pangan dan papan. Internet sekarang sangat penting bagi kehidupan kita, banyak tempat umum seperti bandara, stasiun, terminal, restoran bahkan warteg sekalipun menyediakan hotspot atau akses WiFi secara gratis untuk pelanggannya. Sudah pasti kedepannya, internet akan terus berkembang yang memungkinkan digunakan untuk aktivitas aktivitas lain dengan tingkat kedetailan yang lebih tinggi dan dapat lebih memudahkan manusia.

Semua kemudahan itu dapat terlaksana karena adanya IoT atau Internet of Things. IoT adalah keadaan dimana setiap objek ataupun manusia memiliki suatu identifikasi yang unik dengan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan internet tanpa memerlukan interaksi antara manusia dengan manusia lain ataupun manusia dengan komputer yang ada. IoT bisa terjadi karena adanya perkembangan teknologi yaitu sistem wireless, sistem micro-electromechanical (MEMS) dan internet. IoT pertama kali dipresentasikan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 untuk pembuatan Procter & Gamble.

Selama ini kita memasukkan informasi melalui interaksi antara manusia dengan komputer, namun hal itu memiliki kelemahan yaitu manusia tidak bisa melalukan pekerjaan yang sama secara kontinu, dan tingkat kesalahannya juga besar jika dibandingkan dengan mesin yang mengerjakannya. Dengan semakin berkembangnya infrastruktur (prasarana) internet bukan hal mustahil jika mobil, tv, alat-alat manufaktur (alat-alat industri) dan benda nyata dapat dikoneksikan dengan internet menggunakan sensor dan aktuator.
Contoh dari IoT :

  • Dapat digunakan manusia (wearable) : Google Glass, Samsung Smart Watch, Nike Fit. 
  • Costumer Appliances : Smart Air Conditioner, Smart TV, Smart Refrigator 
  • Homekit : iHome, Incipio, GridConnect, Singlecue.

IoT merupakan terobosan yang sangat menjanjikan bagi kemudahan hidup manusia. Ketika semua alat ataupun barang-barang sudah saling berhubungan satu dengan yang lain, tidaklah mustahil akan terciptanya Smart Cities. Smart Cities merupakan keadaan suatu daerah dimana kita bisa menemukan kemudahan dalam melakukan aktivitas kita, seperti:

  • Smart Parking, dimana kita akan diberi informasi mengenai tempat parkir yang kosong.
  • Structural Health, akan memberikan informasi mengenai kondisi dari suatu bangunan, jembatan maupun monument bersejarah.
  • Smart Roads, akan memberikan kita sebuah peringatan oleh terjadinya sebuah kecelakan, kemacetan. Sehingga kita bisa menghindari ruas jalan tersebut. Begitu juga dengan peringatan kondisi cuaca.



Selain Smart Cities ada juga Smart Environment. Smart Environment lebih terfokus terhadap lingkungan seperti:

  • Forest Fire Detection, dapat memonitoring adanya perubahan gas dan juga mempredikisi kemunculannya percikan api dihutan.
  • Air Pollution, dapat mengontrol gas CO2 dari limbah pabrik, polusi dari asap kendaraan dan gas-gas beracun yang ada dipeternakan.
  • Earthquake Early Detection, dapat mengetahui secara tepat dimana pusat gempa akan terjadi, sehingga dapat melakukan tindakan pengungsian terlebih dahulu dan dapat mengurangi adanya korban jiwa.

Retail lebih kepada kondisi barang yang akan dijual dalam skala kecil seperti supermarket.

  • Supply Chain Control, dapat memonitoring kondisi gudang penyimpanan bersamaan dengan barang yang disimpan.
  • NFC Payment, proses pembayaran tergantung dari tempat maupun aktivitas yang sedang dilakukan seperti ketika berada di transportasi umum, tempat parkir, dll.
  • Intelligent Shopping Applications, kita akan mendapatkan saran mengenai barang yang memiliki nilai jual paling bagus berdasarkan kebiasaan pembeli, kecenderungan alergi yang dialami oleh pembeli maupun tanggal kadaluarsa.

Domotic & Home Automation berfungsi untuk keadaan didalam rumah maupun tempat-tempat seni.

  • Intrusion Detection Systems, mendeteksi apabila adanya pintu ataupun jendela yang terbuka dan pencegahan terhadap orang asing yang ingin mencoba menerobos masuk.
  • Arts and Goods Preservation, memonitoring kondisi didalam museum dan tempat koleksi barang-barang seni.
  • Remote Control Appliances, dapat menghidupkan maupun mematikan perangkat elektronik yang ada untuk mencegah adanya kejadian berbahaya dan juga untuk menghemat energi.

Security & Emergences adalah hal yang sangat diperlukan demi kesalamatan kita baik manusia, hewan maupun lingkungan.

  • Perimeter Access Control, dapat mengamankan daerah dengan pendeteksi manusia yang tidak memiliki akses terhadap daerah tersebut.
  • Radiation Levels, dapat mengukur kadar radiasi dari tempat yang memiliki tenaga nuklir.
  • Explosive and Hazardous Gases, dapat mendeteksi level gas dari tempat-tempat industri serta pabrik kimia.

eHealth lebih befungsi terhadap gejala-gejala penyakit sehingga dapat dilakukan penindakan lebih lanjut dengan lebih tepat, tanpa ada unsur menduga-duga.

  • Fall Detection, merupakan asisten bagi orang-orang lanjut usia maupun penyandang cacat yang hidup sendiri.
  • Medical Fridges, alat pendingin bagi obat-obatan, vaksin, dan bahan-bahan organik serta dapat mengontrol kondisi didalam alat pendingin.
  • Patients Surveillance, dapat memonitoring kondisi pasien yang ada didalam rumah sakit maupun diluar rumah sakit.

Dengan adanya inovasi IoT tentunya kita bisa mengurangi maupun meniadakan kekurangan serta keterbatasan yang dimiliki manusia. Tentunya kita bisa melakukan segala hal dengan lebih mudah, cepat dan akurat. Namun, dengan kebaikan dan kemudahan yang ada, masih memungkinkan adanya oknum-oknum yang menggunakan kemudahan tersebut untuk berbuat hal-hal “jahat”. Namun dengan keberadaan kita yang sudah bergantung terhadap inovasi baru yang serba bisa,  kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita, karena bagaimanapun juga semua perangkat IoT dibuat oleh manusia dan pastinya memiliki kekurangan, walaupun hanya sedikit. 


Sumber:

Senin, 29 Juni 2015

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



1.       Pengertian tanggung jawab
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab,menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawb dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia dan antara manusia dan lingkungan.

2.       Macam-macam tanggung jawab
a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri dan angan-angan sendiri. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan baik sengaja maupun tidak. Sehingga setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
b.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c.       Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial, karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agar dapat melangsungkan kehidupannya di masyarakat tersebut.
d.      Tanggung jawab kepada bangsa / negara
Setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat negara. Sehingga setiap individu tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatan yang dilakukannya itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
e.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia dengan tanggung jawab yang diembannya kepada Tuhan yang nantinya akan dipertanggung jawabkan pada saat hari kiamat. Pelanggaran dari hukuman tersebut segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika peringatan keras pun manusia masih juga menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan.

3.       Pengabdian dan pengorbanan
a.       Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.
b.      Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada semua teman. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

4.       Contoh kasus

Kronologi Hilangnya Angelina Sampai Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah

Angelina bocah 8 tahun yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah sebulan kasus ini muncul, dimana menurut keterangan dari Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie memastikan bahwa saat ditemukan, jenazah Angeline dalam kondisi membusuk. Ia terkubur di kediamannya di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali.
Jenazah Angeline berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian setelah, petugas melakukan pemeriksaan ulang di tempat tinggal anak itu. Dari olah TKP ulang tersebut, polisi akhirnya bisa menemukan jenazah Angeline yang dikubur di dekat kandang ayam dan dalam kondisi sudah membusuk.
“Benar kondisinya sudah membusuk saat ditemukan. Ditemukan di bawah pohon pisang dan ditutup sampah,” jelasnya, Rabu (10/6/2015) seperti dilansir dari Tribunnews
Saat ini jenasah Angelina sudah di bawa ke RSUP Sanglah untuk diolakukan outopsi
“Untuk memastikan kondisi jenazahnya kita tunggu dari dokter forensik termasuk nanti otopsinya,” jelasnya.

Kronologi Hilangnya Angelina sampai akhirnya ditemukan meninggal di belakang rumahnya
-          16 Mei 2015
Angeline dinyatakan hilang saat main di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (16/5/2015) sore. Angeline tak pulang ke rumah selama tiga hari, sehingga keluarga menyatakannya hilang. Keluarga kemudian melaporkan kasus kehilangannya ke Polsek Denpasar Timur.
-          17 Mei 2015
Keluarga Angeline membuat fanpage di Facebook “Find Angeline – Bali’s Missing Child”. Dalam Facebook ini keluarga menyebarkan informasi dan juga foto-foto Angeline yang selalu ceria dan dilimpahi kasih sayang. Terdapat 4.884 orang yang me-like fanpage ini. Dalam fanpage ini juga terdapat ajakan keluarga untuk mencari keberadaan bocah ini. Selain foto juga terdapat video-video Angeline.
-          18 Mei 2015
Polisi langsung melakukan pencarian terhadap Angeline. Petugas melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk mencari keberadaan orang tua kandung Angeline.
“Dia itu anak angkat, diadopsi waktu berumur 3 hari. Ada surat-surat angkatnya,” kata Kapolsek Denpasar Timur Kompol Gede Redastra seperti dilansir dari detikcom, Selasa (19/5/2015).
Di rumahnya di Sanur, Angeline tinggal bersama dengan ibu angkat dan satu orang pembantu laki-laki yang bertugas untuk membersihkan rumah dan mengurus kandang ayam. Di rumah itu memang banyak kandang ayam, Angeline juga ikut memberi pakan ayam.
Ibu angkat Angeline memiliki dua anak, satu bernama Yvon dan satu lagi tinggal di Amerika. Berdasarkan keterangan dari mantan pengasuh Angeline memang ada perubahan sikap yang ditunjukkan bocah cantik itu. Pengasuh yang sudah tidak bekerja di rumah itu mengatakan Angeline lebih terlihat murung dari sebelumnya.
-          5 dan 6 Juni 2015
Menteri MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise secara terpisah pada 5 dan 6 Juni 2015 mendatangi kediaman Angeline di Bali. Namun keduanya tidak ditemui oleh orangtua angkat Angeline. Kapolda Bali Irjen Ronny Sompie menyebut keluarga mungkin membutuhkan privasi untuk saat ini.
“Kemungkinan Ibu Margriet ingin mendapatkan privacy dan tidak ingin publikasi, karena masing-masing kita memiliki kebiasaan sendiri-sendiri,” kata Ronny melalui pesan singkat, Sabtu (6/6/2015) malam.
-          7 Juni 2015
Selain lewat facebook, pencarian Angeline juga dilakukan dengan menyebarkan pamflet. Ada ribuan pamflet yang disebar untuk pencarian ini. Pamflet ini disebar di sekitar kawasan Bali. Selain itu pencarian juga dilakukan di sekolah Angeline dan juga ke lokasi-lokasi lainnya.
Selain itu puluhan ekspatriat juga ikut mencari. Mereka menyebarkan pamflet dari rumah Angeline ke sekolah SD 12 Sanur yang berjarak sekitar 2 kilometer.
Ada juga pamflet warna hijau yang dimuat di fanpage Facebook yang di bawahnya tercantum lambang LSM tentang anak, KPAI dan Polri.
-          10 Juni 2015
Setelah melakukan penyelidikan akhirnya petugas menemukan jenazah Angeline di kediamannya di Jl Sedap Malam, Sanur. Jenazah ini ditemukan terkubur di dekat kandang ayam yang terletak di rumah tersebut. Jenazah Angeline ini terkubur dengan kedalaman sekitar setengah meter.
Polisi menemukan jenazah Angeline setelah mencium bau tak sedap dari bau busuk gundukan tanah yang ada tak jauh dari kandang ayam ini. Saat digali jenazah Angeline ditemukan bersama dengan sebuah boneka dan bed cover serta tali. Ini adalah pencarian kesekian kali polisi di rumah tersebut.

Analisa
Kasus Angeline diatas bisa kita jadikan sebagai salah satu contoh dari manusia dan tanggung jawab terhadap keluarga. Seorang anak kecil tiba-tiba menghilang dari rumahnya setelah hampir sebulan dilakukan pencarian barulah Angeline diketemukan. Namun, sayangnya ia sudah menjadi mayat ketika diketemukan. Dan yang lebih mengherankannya lagi, mayat Angeline ditemukan dihalaman rumahnya sendiri, karena polisi mencium bau tak sedap dari gundukan suatu tanah yang tertimbun sampah.
Walaupun Angeline adalah anak angkat, namun sudah seharusnya ia mendapatkan kasih saying, tempat untuk berlindung, pendidikan, kesejahteraan dan lain sebagainya dari orang tua angkatnya. Dengan ditemukannya mayat Angeline dipekarangan rumahnya menimbulkan banyak kecurigaan terhadap orang tua angkatnya.  Dan sudah seharusnya orang tua angkat Angeline menjaga serta merawatnya dengan benar, karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya ketika sudah mengangkat Angeline sebagai anaknya.

Daftar Pustaka
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab9-manusia_dan_tanggung_jawab.pdf